• RSS
  • Facebook
  • Atambua
  • Betun
  • Ende
  • Kalabahi
  • Kefa
  • Kupang
  • Maumere
  • Menia
  • Waibakul
  • Waikabubak
  • Waingapu
  • So'e
  • Tambolaka

SpicyTricks

atambua
  • Beranda
  • Hukum
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Lingkungan
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Agama

Ndao Rote
Ba’a, Para atlet Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) Dojo Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut berhasil meraih piala bergilir Bupati Cup I dan piala tetap Ketua Umum FORKI Rote Ndao setelah keluar sebagai juara umum dalam perlombaan antarperguruan dan dojo Forki Rote Ndao 24-25 Mei di aula Bappeda Rote Ndao. Dojo Busalangga mendulang 8 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu. Urutan kedua Dojo SMPN 1 Lobalain dengan perolehan medali 3 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Urutan tiga Dojo Papela Rote Timur dengan perolehan medali 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Selain mendapatkan piala bergilir dan piala tetap para atlet yang berperstasi juga mendapatkan medali.
Bupati Rote Ndao Leonard Haning mengatakan, dengan suksesnya penyelanggaraan kejuaraan ini bisa memotivasi pengurus olahraga lainnya agar dapat menggelar kegiatan serupa sehingga dapat membina para atlet untuk terus meningkatkan prestasi mereka.
Bupati juga mengatakan, terlaksananya kejuaraan ini sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah dan pengurus FORKI Rote Ndao dalam memajukan prestasi olahraga di daerah ini.
Ketua Panitia Pelaksana Ronald JN Messakh mengatakan, kegiatan ini sebagai wadah meningkatkan pembinaan karate di Rote Ndao.
Menurut Messakh, kejuaraan ini bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh seluruh karateka, baik yang mewakili FORKI kecamatan, perguruan maupun sekolah atau perkumpulan Karate Do yang ada di Rote Ndao, perguruan KKI dan Sotokay. Namun perguruan Sotokay berhalangan hadir sehingga
yang ikut dalam pertandingan hanya atlet dari perguruan KKI yang berasal dari Dojo Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Dojo SMP Negeri 1 Ba’a, Kecamatan Lobalain, Dojo Papela, Kecamatan Rote Timur, dan Batutua Kecamatan Rote Barat Daya. Ketua Umum FORKI Adrianus Adu mengatakan, pelaksanaan kejuaran dapat menekan perilaku negatif yang sering dilakukan oleh generasi muda Rote Ndao.

Sumber : http://www.victorynews-media.com
Ba'a
Rote Ndao (Inmas) – “Masyarakat Rote Ndao hendaknya menjatuhkan pilihan politiknya kepada calon pemimpin Rote Ndao yang memiliki integritas kepribadian yang baik. Calon pemimpin yang baik adalah mereka yang telah menunjukkan kapasitasnya sebagai orang yang bersih dari KKN, tidak arogan selama tampil dalam periode kepemimpinannya dalam segala tingkat organisasi dan bersih dari penyakit social seperti perselingkuhan dan kecanduan alkohol atau sejenisnya”. Demikian harapan sekaligus himbauan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rote Ndao, Mikael Pah, S.IP.
Selama ini masyarakat kita kerap kali diterpa berbagai isu tentang semakin bertumbuh suburnya perilaku Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Menurut Mikael Pah, KKN akan sulit dibasmi karena ia merupakan hadiah atau balas jasa dari persekongkolan politik selama proses pilkada berlangsung. “Arogansi kekuasaanpun terlihat begitu terang benderang di depan jajaran aparatur pemerintahan, belum lagi perilaku selingkuh yang kian merebak di tengah masyarakat sebagai salah satu factor pemicu meningkatnya angka perceraian. Dirinya mensinyalir ada beberapa oknum PNS yang telah pisah ranjang bahkan berada di ambang perceraian, namun belum ada tindakan dari pimpinannya. Ini mengindikasikan lemahnya kontrol dan komitmen moral pimpinan untuk mengajarkan perilaku sehat sosial kepada bawahannya. Bahkan menurut Mikael Pah, dosa selingkuh lebih berbahaya dari perilaku KKN. Boleh jadi dari selingkuh lahirlah perilaku KKN, tambahnya. Hal-hal ini, secara kasat mata memperlihatkan kepada kita bahwa pemerintah dan pimpinan belum dapat berbuat banyak untuk pembangunan kesejahteraan masyarakatnya.
Lebih lanjut, Mikael Pah menandaskan bahwa pemimpin yang baik untuk Rote Ndao ke depan adalah pemimpin yang takut akan Allah, yang setia melaksanakan perintah Tuhan. Pemimpin yang sudah memberikan bukti bahwa apa yang dikatakan telah sesuai dengan perbuatannya. Pemimpin yang taat beragama dan bukan orang yang suka berbohong.
Sebagai putra Rote Ndao, Mikael Pah mengharapkan munculnya figur pemimpin Rote Ndao yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Ia menyadari bahwa criteria tersebut mungkin sulit ditemukan pada zaman ini ketika uang menjadi segalanya untuk meraih tahta dan kekuasaan. Namun jika masyarakat pemilih menyadari betul akan harapan lahirnya pemimpin Rote Ndao yang berkwalitas maka criteria tersebut harus menjadi ukurannya.
Mikael Pah yang gagal lolos sebagai calon wakil bupati karena ketiadaan kendaraan politik menyatakan bahwa secara perlahan masyarakat kita telah bergerak menjadi pemilih yang cerdas, yang tidak terjebak pada pertimbangan ego geografis atau etnosentris dan tidak terlena dengan politik uang serta kampanye hitam. Hal ini memberi sinyal akan munculnya pilihan pada figur yang berkwalitas yang menjawabi criteria tersebut. Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Sumba Timur ini berkeyakinan bahwa di antara paket cabup dan cawabup yang telah mendaftarkan diri setidaknya pasti ada yang dapat menjangkau criteria-kriteria pemimpin yang berkwalitas.
Mikael Pah juga mengungkapkan permohonan maafnya kepada masyarakat dan simpatisan yang selama ini telah mengharapkan dirinya tampil sebagai pemimpin Rote Ndao periode 2013-2018. “ Kita boleh berusaha dan merencanakan, tetapi Tuhan mungkin berkehendak lain”, tandasnya.

Sumber : http://ntt.kemenag.go.id
Ba'a
Jakarta (22/11), Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal menggelar rapat koordinasi dalam rangka integrasi program antar kementerian/lembaga dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao, di Jakarta.
Kegiatan rakor yang dilaksanakan selama satu hari ini mengundang kementerian/lembaga terkait yang memiliki keterlibatan dalam percepatan pembangunan Kabupaten Rote Ndao. Selain itu, beberapa perusahaan BUMN serta perusahaan swasta juga turut serta dalam kegiatan ini.
Kegiatan rapat koordinasi program ini menurut Deputi Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha KPDT, Drs. Yoltuwu Johozua Markus. Msi, merupakan langkah lanjutan dari rangkaian program KPDT dalam rangka memunculkan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Rote Ndao.
Sebagaimana diketahui, bahwa KPDT saat ini memiliki dua program yang menjadi andalan yaitu Prukab (produk unggulan) daerah tertinggal dan Bedah Desa.
Selain itu, rakor ini juga merupakan langkah KPDT dalam rangka mendudukkan para pemangku kebijakan serta pemilik kepentingan di daerah tertinggal. Tujuannya adalah terjadinya integrasi program dan kebijakan pembangunan antara pemerintah baik pusat dan daerah serta dapat menjadi ruang bagi masuknya para investor yang berkepentingan melakukan investasi di Kabupaten Rote Ndao khususnya, dan daerah tertinggal lainnya secara umum.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning mengatakan, Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu beranda depan NKRI. Kondisi wilayah Rote Ndao yang kepulauan memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan khususnya produk unggulan hasil laut. Selain itu, Rote Ndao juga berpotensi dikembangkan tanaman sorgum, jagung serta tanaman lainnya.
Ia menegaskan, minimnya sarana dan prasaran serta terbatasnya SDM tidak menyurutkan Kabupaten Rote Ndao untuk terus berupaya mengejar pembangunan, agar cepat berkembang dan mampu mensetarakan diri dengan kabupaten maju lainnya di Indonesia.
Sebagai beranda depan NKRI Rote Ndao memiliki beberapa pulau tak berpenghuni yang posisinya tepat di garis perbatasan. Untuk menjaga pulau tersebut, pemerintah telah membangun monument panglima besar Jenderal Sudirman di pulau tersebut.
Sementara itu, Menteri PDT Ir Helmy Faishal Zaini mengatakan dalam sambutannya, kondisi beranda depan Indonesia sampai saat ini kondisinya serba terbalik. Jika daerah perbatasan merupakan wilayah terdepan, justru kondisinya terbelakang, ini merupakan sebuah ironi yang harus segera kita atasi bersama.
Selain itu, program unggulan KPDT (prukab dan bedah desa) merupakan upaya konkret dan terencana pemerintah dalam melaksanakan percepatan pembangunan.
Keseriusan pemerintah dalam pembangunan percepatan pembangunan dalam hal ini KPDT ditegaskan Helmy Faishal. Sejak awal setelah dilantik menjabat Menteri PDT, idirinya terus melakukan upaya keras agar ada keberpihakan anggaran terhadap daerah tertinggal. Bersyukur upaya tersebut saat ini telah diakomodir pemerintah, hal ini juga karna bantuan semua pihak terutama DPR RI.
Untuk itu, kedepan saya harapkan pemerintah daerah tertinggal dapat lebih focus melakukan berbagai langkah strategis dalam rangka pembangunan daerahnya. Dengan adanya tambahan anggaran Dana Alokasi Khusus bagi daerah tertinggal, maka kedepan percepatan pembangunan daerah tertinggal dapat segera terwujud.
Rapat koordinasi yang melibatkan beberapa kementerian dan lembaga antara lain hadir dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, perwakilan DPR RI serta perusahaan BUMN serta beberapa perusahaan swasta.

Sumber : http://www.kemenegpdt.go.id
Beranda

Batu Termanu

Batu Termanu

Fan Page

Berita Terbaru

Berita Populer


Politik


Budaya


Hukum


Lingkungan

Ba'a News © 2013. Situs Pribadi Orang Rote.